Praktik Literasi Agama pada Masyarakat Indonesia Tempo Dulu: Tinjauan Awal atas Naskah-naskah Cirebon

Authors

  • Agus Iswanto Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Keywords:

Religious Manuscripts, Religious Literacy, Local Literacy, Islam, Cirebon, Naskah Keagamaan, Literasi Agama, Literasi Lokal

Abstract

The practice of literacy, especially on religious texts, has already exists in Indonesian society based on available written evidence. This paper examines religious manuscripts with the perspective of the study of religious literacy. Analyzed by contextual literacy approach, not an autonomous literacy approach, this paper discusses the practice of local literacy in a specific social context. Furthermore, the contribution of the Indonesia manuscripts to the study of local literacy (indigenous literacy) and religious literacy (faith literacy). Taking the case on several Islamic manuscripts in the Cirebon region which became one of the “granaries” of the Nusantara manuscripts in the West Java, this paper maps important issues in the study of local literacy and religious literacy reflected in these manuscripts, such as the identity negotiated and patron or literacy sponsor and the production of meaning in the literacy practice. This paper argues that the study of religious literacy practice reflected in the Indonesia manuscripts can contribute to the understanding of the production of the contextual meaning of religion that has been practiced by the community that underlies the production of these manuscripts.

===

Praktik literasi, terutama terhadap teks keagamaan, sudah ada dalam masyarakat Indonesia (Nusantara) berdasarkan bukti-bukti tertulis yang tersedia. Tulisan ini mengkaji naskah-naskah keagamaan dengan perspektif kajian literasi agama. Pokok bahasannya
adalah praktik literasi lokal dalam konteks sosial yang spesifik dengan menggunakan pendekatan praktik literasi kontekstual dan ideologis, bukan dengan pendekatan literasi otonom. Lebih lanjut, kontribusi naskah-naskah Nusantara bagi kajian literasi lokal (indigenous literacy) dan literasi agama (faith literacy). Dengan mengambil kasus pada beberapa naskah keislaman di wilayah Cirebon yang menjadi salah satu “lumbung” bagi khazanah naskah Nusantara di wilayah Jawa Barat, tulisan ini memetakan isu-isu penting
dalam kajian literasi lokal dan literasi agama yang terrefleksikan dalam naskah-naskah tersebut, seperti persoalan identitas yang dinegosiasikan dalam naskah dan patron atau sponsor literasi serta produksi makna dalam praktik literasi. Selain itu, kajian praktik
literasi agama yang tercermin dalam naskah-naskah Nusantara dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang produksi makna agama yang kontekstual yang telah dipraktikkan oleh masyarakat yang melatari produksi naskah-naskah tersebut.

References

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 2012. “The Living Quran: Beberapa Perspektif Antropologi.” Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 20(1): 1–36.

Barnes, Michael, dan Jonathan D. Smith. 2015. “Religious Literacy as Lokahi: Social Harmony Through Diversity.” Dalam Religious Literacy in Policy and Practice, ed. Adam Dinham dan Matthew Francis. Bristol: Policy Press, 127–140.

Barton, David, dan Mary Hamilton. 2000. “Literacy Practices.” Dalam Situated Literacies: Reading and Writing in Context, ed. David Barton, Mary Hamilton, dan Roz Ivanic. London: Routledge, 7–15.

Behrend, T. E. 1993. “Manuscript Production in Nineteenth-Century Java: Codicology and the Writing of Javanese Literary History.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 149(3): 407–437.

Behrend, T. E. 1996. “Textual Gateways: The Javanese Manuscripts Tradition.” Dalam Illuminations: The Writing Traditions of Indonesia, ed. Ann Kumar dan John H. McGlynn. Jakarta dan New York: Lontar Foundation dan Weatherhill, 161–200.

Brandt, Deborah. 1997. “The Sponsors of Literacy.” Report Series. Albany: National Research Center on English Learning and Achievement.

Chambert-Loir, Henri. 2010. “Kolofon Melayu.” Dalam Filologi dan Islam Indonesia, ed. Oman Fathurahman, et al. Jakarta: Kementerian Agama RI, Badan Litbang dan Diklat, Puslitbang Lektur Keagamaan, 137–164.

De Graaf, H. J., dan Th. G. Th. Pigeaud. 1989. Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram. Jakarta: Grafiti Press.

Déroche, François, et al. 2005. Islamic Codicology: An Introduction to the Study of Manuscripts in Arabic Script. London: Al-Furqān Islamic Heritage Foundation.

Dewayani, Sofie, dan Pratiwi Retnaningdyah. 2017. Suara dari Marjin: Literasi sebagai Praktik Sosial. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ekadjati, Edi S., dan Undang A. Darsa. 1999. Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 5A Jawa Barat: Koleksi Lima Lembaga. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan École Française d’Extrême-Orient.

el-Mawa, Mahrus. 2011. “Mengungkap Naskah Kuna Koleksi Masyarakat Cirebon: Sebuah Catatan Filologis sebagai Trend Studi Islam di PTAI.” Jurnal Manassa 1(1): 113–128.

el-Mawa, Mahrus. 2016. “Suluk Iwak Telu Sirah Sanunggal: Dalam Naskah Syattariyah wa Muhammadiyah di Cirebon.” Jurnal Manuskripta 6(1): 83–102.

Fathurahman, Oman. 2012. Ithāf al-Dhakī: Tafsir Wahdatul Wujud bagi Muslim Nusantara. Jakarta: Mizan.

Gee, James Paul. 2000. “The New Literacy Studies: From ‘Socially Situated’ to the Work of the Social.” Dalam Situated Literacies: Reading and Writing in Context, ed. David Barton, Mary Hamilton, dan Roz Ivanic. London: Routledge, 180–196.

Ichwan, Moch. Nur. 2017. “Raja, Pujangga dan Nalar Islam Kejawen: Politik Deortodifikasi, Apropriasi dan Hermeneutika Pribumi.” Dalam Membaca Kebaikan Bersama Masa Mataram Islam: Sebuah Studi tentang Diskursus Identitas Ideal Muslim-Jawa, ed. Choirul Fuad Yusuf. Jakarta: Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Lankshear, Colin, dan Michele Knobel. 2011. New Literacies: Everyday Practices and Social Learning. New York: Open University Press.

Moore, Diane L. 2015. “Diminishing Religious Literacy: Methodological Assumptions and Analytical Frameworks for Promoting the Public Understanding of Religion.” Dalam Religious Literacy in Policy and Practice, ed. Adam Dinham dan Matthew Francis. Bristol: Policy Press, 27–38.

Muhaimin, A. G. 2004. The Islamic Tradition of Cirebon: Ibadat and Adat Among Javanese Muslims. Jakarta: Center for Research and Development of Socio-Religious Affairs, Office of Religious Research, Development, and In-Service Training, Ministry of Religious Affairs Republic of Indonesia.

Mukholik, Ayis. 2017. “The Variation of the Quran Reception 21st Century in Central Java Indonesia.” IJASOS-International E-Journal of Advances in Social Sciences 3(7): 208–215.

Pigeaud, Th. G. Th. 1967. Literature of Java: Catalogue Raisonné of Javanese Manuscripts in the Library of the University of Leiden and Other Public Collections in the Netherlands. 3 vol. The Hague: Martinus Nijhoff.

Pudjiastuti, Titik, Agus Aris Munandar, dan Maman S. Mahayana. 1994. Laporan Penelitian: Pencatatan, Inventarisasi, dan Pendokumentasian Naskah-Naskah Cirebon. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Rackley, Eric D. 2010. “Motivation for the Religious Literacy Practices of Religious Youth: Examining the Practices of Latter-day Saint and Methodist Youth in One Community.” Disertasi Doktoral. University of Michigan.

Rafiq, Ahmad. 2014. “The Reception of the Qur’an in Indonesia: A Case Study of the Place of the Qur’an in a Non-Arabic Speaking Community.” Disertasi Doktoral. Temple University.

Reid, Anthony. 2011. Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450–1680 Jilid 1: Tanah di Bawah Angin. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Ricklefs, M. C. 1998. The Seen and Unseen Worlds in Java, 1726–1749: History, Literature and Islam in the Court of Pakubuwana II. Honolulu: Allen & Unwin dan University of Hawai'i Press.

Riyadi, Slamet. 2002. Tradisi Kehidupan Sastra di Kesultanan Yogyakarta. Yogyakarta: Gama Media.

Rosowsky, Andrey. 2015. “Faith Literacies.” Dalam The Routledge Handbook of Literacy Studies, ed. Jennifer Rowsell dan Kate Pahl. London: Routledge, 169–183.

Saefullah, Asep. 2016. “Naskah-Naskah Keagamaan Koleksi Keraton Kacirebonan.” Dalam Penelusuran Naskah-Naskah Kuno Keagamaan di Cirebon dan Indramayu, ed. Asep Saefullah. Jakarta: Balai Litbang Agama Jakarta.

Safari, Opan Achmad. 2011. “Iluminasi Naskah Cirebon.” Jurnal Manuskripta 1(2): 141–168.

Saktimulya, Sri Ratna. 2016. Naskah-Naskah Skriptorium Pakualaman Periode Paku Alam II (1830–1858). Jakarta dan Yogyakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, EFEO, dan Perpustakaan Widyapustaka Pura Pakualaman.

Samidi. 2016. “Nilai-Nilai Sufistik dalam Laku Spiritual Islam Kejawen (Studi Analisis Kitab Primbon Atassadhur Adammakna).” Disertasi Doktoral. UIN Walisongo Semarang.

Souza, Lynn Mario T. Menezes de. 2015. “Indigenous Literacy in Literacy Studies.” Dalam The Routledge Handbook of Literacy Studies, ed. Jennifer Rowsell dan Kate Pahl. London: Routledge, 184–200.

Street, Brian V. 2005. “Understanding and Defining Literacy.” Paper Commissioned for the EFA Global Monitoring Report 2006, Literacy for Life. Jenewa: UNESCO.

Tarobin, M. 2016. “Naskah-Naskah Keagamaan Koleksi Bambang Irianto dan Elang Panji Jaya.” Dalam Penelusuran Naskah-Naskah Kuno Keagamaan di Cirebon dan Indramayu, ed. Asep Saefullah. Jakarta: Balai Litbang Agama Jakarta.

Thornborrow, Joanna. 2007. “Bahasa dan Identitas.” Dalam Bahasa, Masyarakat dan Kekuasaan, ed. Linda Thomas dan Shan Wareing. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 211–234.

Tim Peneliti. 2011. Koleksi Naskah-Naskah Fikih. Jakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta.

Tim Peneliti. 2013. Koleksi dan Katalogisasi Naskah Klasik Keagamaan Bidang Tasawuf. Jakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Iswanto, A. (2026). Praktik Literasi Agama pada Masyarakat Indonesia Tempo Dulu: Tinjauan Awal atas Naskah-naskah Cirebon. Manuskripta, 8(2). Retrieved from https://www.manuskripta.manassa.id/index.php/journal/article/view/227

Issue

Section

Articles